JAKARTA, ReportaseXpost.com - Menanggapi ucapan Menteri Agama RI, H Yaqut Cholil Qoumas yang ingin menjadikan KUA sebagai tempat pencatatan pernikahan untuk semua agama, baik muslim ataupun non muslim, menuai pro kontra. Hal tersebut ia ungkapkan dalam Rapat Kerja Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam bertajuk 'Transformasi Layanan dan Bimbingan Keagamaan Islam sebagai Fondasi Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan' pada awal Februari lalu.
Sekretaris Umum PGI, Pdt. Jacky Maniputty menegaskan bahwa PGI (Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia) belum memberikan sikap terkait KUA untuk semua agama yang dicetuskan Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas.
“Karena memang belum jelas gagasan dibalik pencatatan nikah semua agama di kantor KUA. Ini memantik pro kontra, terutama karena belum ada pembicaraan di lembaga-lembaga agama. Belum ada penjelasan alasan substansial dari dukcapil ke KUA. Apa belum optimal, ini masih mengambang,” tegasnya saat Diskusi bertajuk “KUA untuk Semua Agama: Sikap Gereja?” yang diselenggarakan di Grha Oikumene PGI, Salemba Raya, Jakarta pada Kamis (14/03).
Lebih lanjut Jacky mengatakan, Menag harus menjelaskan alasan pemindahan pencatatan ini. Pencatatan sipil sejalan dengan pandangan Protestan bahwa akta itu sah oleh pemerintah.
Sementara Dr. Amsal dari Kemenag RI menyampaikan bahwa revitalisasi KUA untuk semua agama, terkait dengan penguatan moderasi agama.
“Revitalisasi KUA bertujuan untuk pendekatan pelayanan umat semua agama. Terdapat 5.963 kantor KUA di seluruh Indonesia. Program Menteri Agama untuk tujuan pelayanan seluruh agama. Artinya Kantor KUA difungsikan untuk semua agama. Kesepakatan diantara Dirjen Agama sudah dilakukan,” bebernya.
Direktur Pencatatan Dukcapil Kemendagri, Akhmad Sudirman menyampaikan Kemendagri belum menanggapi ucapan Menteri Agama. Ia lebih memilih menyampaikan tugas pencatatan dukcapil untuk memberikan dokumen pendudukan dan memastikan seluruh rakyat Indonesia dimanapun berada memilikinya. “Melaksanakan tugas untuk melayani dari lahir hingga meninggal untuk penduduk Indonesia,” ucapnya. (Zul)


Social Footer